Menjadi seorang dokter itu mudah.

Pendidikan dengan jenjang yang jelas, keilmuan yang bisa dipelajari melalui banyak media, tinggal masalah ketekunan dan hasrat yang tinggi saja untuk bisa mencapainya.

Menjadi seorang pemimpin itu juga mudah.

Tinggal belajar sistem leadership, kadang malah bakat itu sudah ada didalamnya, kalau uangnya banyak punya nilai tambah dan pergaulan yang luas.

Menjadi ulama itu malah lebih mudah.

Tinggal hapal kitab suci, dan mempelajari bahasa2 lama agama samawi, mengetahui sejarah2 keagamaan, dan ibadah yang lebih kuat dari yang lainnya.

Lalu, apa yang susah?

Yang susah itu menjadi seorang manusia.

Manusia yang bernilai, bukan yang berprestasi. Manusia yang berfungsi me-manusia-kan manusia lainnya. Manusia yang berjuang untuk kemanusiaan dan mengerti bagaimana memperlakukan manusia lain.

Seorang dokter belum tentu bisa menjadi manusia, seorang pemimpin lebih mungkin menjadi seekor binatang dan seorang ulama bisa saja berwujud menjadi iblis.

Jadi tidak mudah menjadi seorang Bunda Theresa, menjadi Mahatma Gandhi, menjadi Muhammad Yunus dan menjadi manusia2 yang berguna bagi manusia lainnya.

Karena sejatinya manusia itu harus bisa menjadi secangkir kopi. Ia tidak dipandang dari biji mana yang terbaik, atau bagaimana proses yang terbaik, tetapi bagaimana ia bisa memberikan kenikmatan kepada manusia di setiap kecapannya.

 

“Sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.”.

(Ali bin Abu Thalib)

.

.

Penulis : Denny Siregar

Sumber : Facebook

Foto Ilustrasi : Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *