Sepotong Kata “Cukup”

March 31, 2019

Seorang teman sedang sakit keras.. Aku menjenguknya. Dan kulihat tubuhnya kurus dengan wajah yang tampak jauh lebih tua. Dia bercerita banyak. Tentang bisnisnya yang jatuh. Tentang hutang-hutangnya. Dan tentang kekhawatirannya akan masa depan dirinya dan keluarganya.  Temanku dulu kaya. Dia sebenarnya punya bisnis yang mapan, hanya semakin sukses dia, semakin bernafsu pula ia ingin mengembangkan. Ia mulai berhutang. Hutangnya jauh lebih besar dari kebutuhan. Akhirnya gaya hidupnya yang lebih terdepan. Hingga saat jatuh tempo ia gelagapan. Akhirnya ia berhutang lagi untuk menutupi hutangnya. Bunganya sangat besar. Ia berfikir, “Nanti ada proyek miliaran, semua akan kubayar..”. Tetapi apa yang diimpikan semua…

Musibah itu Cinta Kasih (Juga)

February 12, 2019

Pada tatanan kesadaran menyeluruh, (sebenarnya) tidak ada yang namanya musibah atau tragedi.. Beberapa bulan lalu, saya mengalami kejadian, dimana lutut saya mengalami cidera. Saya kira cidera biasa, ternyata cukup serius. Dan saat terjadi itu, saya menyepelekannya. Boleh saya katakan, saya terlalu positive thinking, “Ah ini nggak apa apa, ntar juga sembuh” Ujar saya. Lalu, saya berangkat ke Surabaya, karena saya diundang memberikan training, selama satu hari. Sesampainya di Surabaya, tepatnya, malam hari sebelum esoknya saya memberikan training, kaki saya tidak bisa saya luruskan. Suakit sekali rasanya di bagian lutut. Esoknya, saya tetap paksa kaki, saya memberikan training, dengan penuh “perjuangan”.…

Puisi Mematikan Al Hallaj

November 19, 2018

Al-Hallaj, Husein Manshur, (w.922 M), sufi martir yang legendaris. Kematiannya yang mengenaskan (di gantung). Konon, karena kata-katanya yang mengandung pantheisme. Salah satu puisinya yang terkenal sekaligus menggucang nurani publik : انا من اهوى ومن اهوى انا. نحن روحان حللنا بدنا فاذا ابصرتنى ابصرته واذا ابصرته ابصرتنى Aku adalah Dia yang mencinta Dia yang mencinta adalah Aku Kami dua ruh yang menyatu dalam satu tubuh Bila kau melihatku, kau melihat-Nya Bila kau melihat-Nya Kau melihat-Ku Pada masanya ia melihat dengan mata kepalanya perilaku orang yang mengaku diri pembela agama Tuhan. Mereka tampil di jalan-jalan dengan assesori-assesori khas orang-orang saleh, disamping simbol-simbol…

Etika adalah Ilmu Matematika Tanpa Angka

October 23, 2018

Saya adalah Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dan pelatih Olimpiade Matematika Internasional Tingkat SD dan SMP di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Saya sudah melatih Olimpiade Matematika di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih dari 10 tahun tepatnya sejak tahun 2003. Saat itu Indonesia baru pertama kali mengikuti lomba Internasional untuk tingkat Sekolah Dasar. Sudah 1000 lebih siswa-siswa pintar di Indonesia saya latih dan saya dampingi ketika mereka lomba matematika ke luar negeri. Sudah ratusan medali di bidang olimpiade matematika yang dihasilkan anak-anak Indonesia selama saya mendampingi di lomba Internasional baik tingkat SD, SMP atau SMA. Banyak di antara anak-anak…

Tiada Tuhan Selain Gelar

August 16, 2018

Gelar oh gelar.. Tiada Tuhan selain Gelar.. Padahal orang-orang besar yang merubah peradaban dunia justru tiada bergelar Tapi mengapa manusia begitu bangga dengan yang namanya gelar. Gelar ibarat sebuah nyawa dalam hidup Tanpa gelar sepertinya seseorang tak kan pernah bisa hidup, tapi mengapa justru mereka yang mengubah kehidupan dunia lebih banyak yang tidak bergelar? Gelar oh gelar.. Semuanya diukur dengan gelar. Bahkan dalam semua aspek kehidupan, prestasi, kemampuan, isi kepala tidak lagi menjadi penting. Jauh lebih penting memiliki gelar beserta rentetan gelar yang dimilikinya. Gelar oh gelar.. Tiada Tuhan Selain Gelar. Bahkan untuk mencari pasangan hidupun di negeri ini gelar…

Tentang Datang dan Pergi dari Gede Prama

August 18, 2016

“Anda boleh kehilangan orang lain tapi jangan pernah kehilangan diri sendiri. Setiap mahluk di alam ini datang dan pergi. Cacing yang dibenci orang, kalau waktunya datang ia akan datang. Bunga yang disukai banyak orang, kalau waktunya layu ia akan layu. Demikian juga dengan orang-orang yang sangat Anda cintai. Namun demikian, sesedih apa pun perasaan kehilangannya di dalam, selalu ingat merawat hidup Anda. Dengan merawat diri Anda, kemudian Anda bisa merawat orang lain” Gede Prama.

Harapan

July 14, 2016

Teman saya meninggal dalam usia 57 tahun. Yang saya tahu bahwa seumur hidupnya tidak pernah sakit parah. Dia tidak ada penyakit genetic seperti kolestrol, asam urat , diabetes. Jadi wajar bila berita kematiannya membuat saya terkejut, apalagi menurut cerita bahwa hanya satu hari dia diopname di rumah sakit, nyawapun melepas dari raganya. Jauh sebelum dia meninggal, saya memang melihat wajahnya semakin pudar. Saya tahu bahwa dia lelah dan merasa kalah dalam usia menjelang senja. Karena melihat keadaan anak anaknya yang tak ada satupun yang mapan. Kehidupan ekonominya yang juga semakin buruk. Sementara istrinya kena diabetes yang berkali kali masuk rumah…

Hakikat Sebenarnya Pemenang

February 8, 2016

“Belajarlah Mengalah Sampai Tak Seorangpun Mengalahkanmu, Belajarlah Merendah, Sampai Tak Seorangpun mampu Merendahkanmu.” . . Gobind Vashdev.

(3) Tentang Kematian dari Steve Jobs

December 20, 2015

Dan sampailah kita kini ke kisah ketiga, yang sekaligus menjadi kisah terakhir yang diceritakan Steve Jobs di dalam pidatonya di Stanford University. . Kisah ketiga tentang Kematian Ketika aku berusia 17 tahun, aku membaca sebuah ungkapan seperti ini: “jika kau menjalani harimu seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, kau mungkin benar suatu hari.” Ungkapan itu sangat berkesan untukku, dan sejak saat itu, selama 33 tahun hidupku, aku selalu berkaca setiap pagi dan bertanya pada diriku: “jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apakah aku mau melakukan apa yang aku lakukan hari ini?” dan ketika jawabannya adalah “Tidak” dalam banyak…

(2) Tentang Cinta dan Kehilangan dari Steve Jobs

December 20, 2015

Menyambung tulisan sebelumnya, Steve Jobs selanjutnya menceritakan kisahnya tentang cinta dan kehilangan: tentang perusahaan yang ia bangun dengan cinta; tentang dipecatnya ia dari perusahaan yang ia bangun — ‘kehilangan’. . Kisah kedua tentang Cinta dan Kehilangan Aku sungguh beruntung − aku menemukan apa yang kucintai dalam hidupku dari awal. Woz dan aku memulai perusahaan Apple di garasi orangtuaku pada saat usiaku 20 tahun. Kami bekerja keras, dan dalam waktu 10 tahun Apple sudah berkembang mulai dari hanya kami berdua yang menjalankannya di garasi hingga menjadi perusahaan senilai $ 2 milyar dengan lebih dari 4000 karyawan. Kami baru saja merilis kreasi…

(1) Tentang Menghubungkan Titik-Titik dari Steve Jobs

December 20, 2015

Tiga rangkap tulisan ini merupakan salinan ulang pidato Steve Jobs CEO dari Apple Inc., di acara wisuda Universitas Stanford, Amerika Serikat, pada tanggal 12 Juni 2005 yang menceritakan tentang (tiga) kisah hebat — yang dimilikinya. Dengan sangat cerdas dan brilian ia mampu mengambil sebuah hikmah yang tersembunyi dari ‘kesialan-kesialan’ yang dialaminya di masa lalu. Berikut ini salinannya, selamat menikmati sajiannya : . Kisah pertama tentang Menghubungkan Titik-Titik Saya keluar dari Reed College setelah enam bulan, dan kembali lagi selama 18 bulan atau lebih sampai saya benar-benar berhenti kuliah. Jadi mengapa saya memutuskan berhenti kuliah? Berawal sejak sebelum saya dilahirkan ke…

Gam Zeh Ya’avor (Ini Juga Akan Berlalu)

December 20, 2015

Suatu pagi, Sulaiman kecil melihat pandai emas yang bekerja untuk Istana Raja Daud as berjalan keluar dari istana dengan wajah yang terlihat sangat putus asa dan sedih. Dengan penasaran Sulaiman bertanya kepada pandai emas tersebut: “Paman, apa gerangan yang telah membuat Paman merasa begitu sedih dan putus asa?” Pandai emas itu menjawab: “Aku harus memberikan solusi bagi Raja dalam waktu tujuh hari. Jika tidak, maka aku akan dipecat dari pekerjaanku. Aku benar-benar bingung karena tidak ada solusi untuk apa yang telah diminta oleh Raja.” “Solusi apakah gerangan yang sedang dicari Raja?” tanya Sulaiman penasaran. Sang pandai emas menceritakan kepada Sulaiman…

Metode Mendidik Anak ala Imam Ali bin Abi Thalib

December 20, 2015

METODE & RUMUS PENDIDIKAN   Imam Ali bin Abi Thalib Ra. Merumuskan cara memperlakukan anak: Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.   Anak sebagai raja (Usia 0-7 tahun) Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya : ►Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil…

Nasihat Tentang Bukan dan Tapi

November 2, 2015

Bukan hanya memelihara jenggot yang sunnah, Tapi juga memelihara agar wajah selalu bisa menampakkan keramahan dan keteduhan… Bukan hanya menjaga wudhu yang dibiasakan Nabi, Tapi juga menjaga agar tidak ada hak orang lain yang terusik… Bukan hanya benar dalam mengaji dan melafazkan Al-Qur’an yang dianjurkan, Tapi juga benar dalam menyampaikan nasehat dan tahu caranya agar tidak ada hati yang tersakiti.. Bukan hanya menyentuh kulit perempuan non mahram yang harus dihindari, Tapi juga menyentuh barang2 haram dengan tidak korupsi apalagi menyogok… Bukan hanya pandangan yang harus ditundukkan, Tapi juga hati, agar tidak sombong dan arogan terhadap orang lain… Bukan hanya kain…

There was and is No Compulsion in Religion

November 2, 2015

This is a real photo that was captured in Damascus, Syria in the year 1889. The one being carried is a Christian dwarf named Sameer. The one carrying him is a blind Muslim named Mohammed. Sameer would depend on Mohammed for transportation in the busy streets of Damascus. Mohammed also depended on Sameer to help navigate him passed obstacles. Only one of them was able to walk and only one of them was able to see. They were both orphans and lived together in the same room. They were forever together. When Sameer died, Mohammed stayed in his room crying…

Hidup Yang Melompong

October 31, 2015

Sejak akal kita mencapai tahap kedewasaan atau dalam ajaran agama Islam dikenal dengan istilah baligh, Tuhan mengajarkan kita melalui begitu banyak peristiwa. Akal kita menyerap dan merekam semua peristiwa tersebut sehingga pengetahuan kita pun bertambah. Seiring dengan banyaknya ilmu yang kita dapat dari melihat, mendengar sampai mengalami sendiri peristiwa-peristiwa tersebut. Seluruh peristiwa yang dihadirkan kepada kita tujuannya supaya kita mengenal diri kita sendiri. Dan ketika mengenal diri kita, kita pasti mengenalNya. Tetapi begitu disayangan ternyata masih banyak dari kita yang kehilangan momen untuk mengerti makna dari peristiwa-peristiwa yang datang. Terkadang peristiwa-peristiwa itu datang dan pergi tanpa sedikitpun mampu kita temukan…

Mendaki Cinta

October 4, 2015

Di dalam pendakian, selalu ada yang datang dan ada yang pergi. Ada yang hadir dan ada yang hilang. Mereka menguji kita seperti halnya kita menguji mereka. Mereka menjadi pelajaran, seperti halnya kita menjadi pelajaran untuk mereka. Tuhan selalu menguji kita dengan segala bentuk materi yang ada di dunia. Ujiannya selalu tentang cinta. Bentuknya bisa berupa raga maupun harta. Mereka didatangkan untuk menghadirkan gembira dan dirampas untuk menghadirkan luka. Tuhan hanya ingin tahu hati kita, apakah kita sudah menjadikan mereka berhala ? Ketika akal dan hati telah mampu memisahkan bahwa materi tidaklah abadi, maka kita akan menjadi stabil baik ketika gembira…

Memanusiakan Manusia

October 4, 2015

Menjadi seorang dokter itu mudah. Pendidikan dengan jenjang yang jelas, keilmuan yang bisa dipelajari melalui banyak media, tinggal masalah ketekunan dan hasrat yang tinggi saja untuk bisa mencapainya. Menjadi seorang pemimpin itu juga mudah. Tinggal belajar sistem leadership, kadang malah bakat itu sudah ada didalamnya, kalau uangnya banyak punya nilai tambah dan pergaulan yang luas. Menjadi ulama itu malah lebih mudah. Tinggal hapal kitab suci, dan mempelajari bahasa2 lama agama samawi, mengetahui sejarah2 keagamaan, dan ibadah yang lebih kuat dari yang lainnya. Lalu, apa yang susah? Yang susah itu menjadi seorang manusia. Manusia yang bernilai, bukan yang berprestasi. Manusia yang…

%d bloggers like this: